Monday, September 17, 2018

Laki-laki Ini Memang Beda

LAKI-LAKI INI MEMANG BEDA
Mengenal Gentlement In The Bible
(RD Josep Susanto)

Bacaan Injil hari ini, 17 Sept 2018, sungguh luar biasa kisahnya, tetapi sayangnya tidak banyak yang tahu keindahan dari kisahnya.

Luk 7:1-10 berkisah tentang seorang perwira hebat luar biasa. Yuk kita kupas lebih mendalam pribadi hebat ini. 

Saya mau mulai dari bagaimana penginjil menggambarkan kehebatan laki-laki ini: 

1. Dia seorang perwira. Wow, dia bukan orang sembarangan ternyata. Dia seorang pejabat, punya kedudukan tinggi, pasti dia orang penting. Meski tidak dikatakan dalam teks, perwira ini sebetulnya adalah orang ROMAWI. 

Kok bisa ada orang Romawi di Israel? Pada jaman Yesus daerah Israel sedang dijajah oleh bangsa Romawi. Bisa dibayangkan sendiri bagaimana biasanya relasi orang-orang jajahan dengan bangsa penjajah: benci, menganggap najis, tidak suka, dan sejenisnya. 

Karena penjajah biasanya kejam, sombong, sadis, curang, kasar.

TETAPI laki-laki ini BEDA. 

2. Dia punya seorang hamba yang sangat ia sayangi dan kasihi. Artinya, dia bukan pejabat sombong, angkuh, gila kekuasaan. Tetapi dia digambarkan penuh belas kasih, peduli dengan orang kecil, punya hati seluas samudera bahkan kepada hambanya. 

Hambanya itu sedang sakit. Dia sangat mengkhawatirkan keadaan hambanya itu. Mungkin dia sudah obati dengan berbagai macam cara tapi tak kunjung sembuh. 

3. Dia mendengar tentang Yesus. Kabar Yesus yang bisa menyembuhkan dengan mukjizat pasti sudah terdengar kemana-mana. 

Dengan alasan itulah dia minta kepada tua-tua Yahudi untuk meminta YESUS DATANG ke rumahnya untuk menyembuhkan hambanya yang sakit. 

Dari info ini kita bisa tahu bahwa perwira ini punya relasi yang baik dengan orang-orang Yahudi. Buktinya dia bisa menyuruh tua tua Yahudi yang biasanya sangat memusuhi para penjajah. 

4. Dia orang kaya. Buktinya apa? Tua-tua Yahudi sendiri yang bilang pada Yesus, bahwa orang ini LAYAK DITOLONG, karena sudah menanggung pembiayaan rumah ibadat orang Yahudi. 

Kurang apa coba perwira ini? 

Tetapi ada yang menarik dalam teks, yaitu dia mengalami TRANSFORMASI luar biasa dalam hidupnya. 

Loh transformasi yang mana? Bukankah dia sudah BAIK. 
Mau merubah jadi apa lagi?

Transformasinya terlihat ketika dia TIBA-TIBA menyuruh sahabat-sahabatnya untuk menyampaikan pesan pada Yesus untuk TIDAK PERLU SUSAH-SUSAH DATANG ke rumahnya. 

Loh kok labil, kok galau, kok plin plan? Tadi minta Yesus datang, begitu Yesus sudah dekat rumahnya, dia minta Yesus jangan susah-susah datang. 

Di sinilah menariknya. Mengapa? 

Bisa jadi dia sadar kalau Yesus datang ke rumahnya, dia akan mencemarkan nama baik Yesus. Dia tidak mau Yesus menjadi najis, dianggap pro penjajah, karena dirinya seorang penjajah. 

Tetapi penjelasan yang lebih mendalam adalah perwira ini semakin mengenal Yesus. Dia seolah-olah kaget kok orang sebesar Yesus mau mengurusi masalahnya. Dia sekarang tahu Yesus adalah juga orang yang peduli, penuh belas kasih pada orang kecil. 

Melihat kebesaran hati Yesus, dia merasa begitu kecil, bahkan memposisikan diri sebagai HAMBA. 

Memposisikan diri sebagai hamba di hadapan Tuhan adalah salah satu ciri ORANG BERIMAN.

Di sinilah letak transformasi si perwira ini, yaitu dia beralih dari orang baik menjadi orang beriman. 

Benar kan, laki-laki ini memang BEDA dari yang lain. 

Pantas saja imannya dipuji oleh Yesus, demikian: 
Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel (Luk 4:9). 

Menjadi ORANG BAIK saja belum cukup, kita semua dipanggil untuk menjadi ORANG BERIMAN. 

Selamat malam Tuhan memberkati.

selamat natal 2019